18 Oktober 2021

Sidik Post

| Link Berita Bagus

SIDIKPOST|Jakarta, 27 Maret 2021 —— Satya Wira Jala Dharma. Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Tindakan Kontinjensi (Rentinkon) Kotama Operasi TNI tahun 2022 yang berlangsung di Bali, Jumat (26/3).

Rapat yang membahas Rencana pelibatan dari masing-masing Kotama Operasi TNI dalam Tindakan Kontijensi (Rentinkon) Tahun 2022 ini meliputi Wilayah Kogabwilhan II dan Kogabwilhan III berlangsung selama dua hari.

Kolinlamil yang diwakili Asisten Operasi (Asops) Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) Nanan Isnandar hadir dalam rapat koordinasi yang mengusung tema “”Kogabwilhan II Dan Kogabwilhan III Serta Kotamaops TNI Jajarannya Selalu Siap Mengantisipasi Dan Merespon Setiap Kemungkinan Kontijensi Yang Dianalisa Akan Terjadi Di Wilayahnya Secara Cepat, Tepat, Efektif, Dan Efisien”
Dalam kesempatan tersebut, Asops Pangkolinlamil berkesempatan menyampaikan paparannya tentang rencana pelibatan unsur-unsur Kolinlamil dalam mendukung berbagai Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Sesuai dengan fungsi dan tugasnya, Kolinlamil melaksanakan pergeseran kekuatan militer baik pasukan maupun logistik melalui laut di seluruh perairan Indonesia.

Kegiatan lintas laut oleh unsur-unsur Kolinlamil maupun unsur-unsur yang di-Bawah Kendali Operasi (BKO) Kolinlamil dapat pada saat damai maupun masa perang. Pergeseran pasukan maupun logistik dapat dilakukan dari suatu Pangkalan Angkatan Laut, Pelabuhan Umum, Pantai ke Pangkalan Angkatan Laut atau ke Pelabuhan Umum dan pantai lainnya.

“Kolinlamil memiliki Kapal/KRI dari berbagai jenis, antara lain: Angkut Tank (AT), Bantu Umum (BU), Bantu Angkut Personel (BAP) dan jenis Landing Platform Dock (LPD) untuk mendukung berbagai operasi sesuai dengan perintah Panglima TNI” jelas Kolonel Laut (P) Nanan Isnandar.

Senada dengan hal tersebut, Panglima Kolinlamil Laksda TNI Irvansyah menegaskan Kolinlamil mempunyai tugas pokok membina kemampuan sistem angkutan laut militer, membina potensi angkutan laut nasional untuk kepentingan pertahanan negara, melaksanakan angkutan laut yang meliputi personel, peralatan dan perbekalan, baik yang bersifat administratif maupun taktis strategis serta melaksanakan bantuan angkutan laut dalam rangka menunjang pembangunan nasional.

Rakor Rentikon Kogabwilhan II dan III diikuti sekitar 50 orang peserta masing-masing dari Kotama Operasi, antara lain; Kogabwilhan II dan III, Kodam IX/Udayana, Koarmada II dan III, Kostrad, Kopassus, Koopsus TNI, Kodiklat TNI, Kormar, Kolinlamil, Pushidrosal, Kohanudnas, Koopsau II dan III, serta Korpaskhas.

Waasops Panglima TNI Marsma TNI Jorry S. Koloay, S.I.P., M.Han., yang mewakili Asops Panglima TNI saat membuka rakor menyampaikan bahwa konstelasi ancaman yang semakin kompleks terhadap situasi nasional suatu negara di dunia berubah dengan sangat cepat.

Hal tersebut berpengaruh terhadap dinamika dari lingkungan strategis secara global dan regional yang memberikan dampak multidimensi terhadap kebijakan pemerintah atau negara Indonesia.

“Menyikapi dan mencermati berbagai potensi ancaman dan gangguan keamanan yang mempengaruhi dinamika lingkungan strategis, maka TNI sebagai komponen utama pertahanan negara dituntut untuk mampu melaksanakan tugas pokoknya dengan baik, untuk itu TNI harus memiliki rencana strategis sebagai salah satu wujud kesiapsiagaan TNI yang harus disiapkan sejak dini,” terangnya.

Selanjutnya, rencana penggunaan kekuatan TNI dalam menghadapi potensi ancaman terhadap keutuhan dan kedaulatan perlu diambil langkah dan tindakan tepat yang disesuaikan dengan skala prioritas berdasarkan perkiraan ancaman yang ditetapkan di wilayah masing-masing.

Untuk memelihara dan meningkatkan kesiapsiagaan guna menghadapi ancaman keutuhan dan kedaulatan NKRI, maka diperlukan pertahanan yang melibatkan dan diintegrasikan dengan kekuatan lainnya.
Sehingga diperlukan penyamaan persepsi dari seluruh kekuatan TNI guna menghadapi konsekuensi yang mungkin timbul di wilayah tanggung jawab masing-masing.

Rakor ini untuk mengetahui sejauh mana antisipasi dan kesiapsiagaan masing-masing Kotamaops TNI dalam merumuskan serta mengaplikasikan rencana tindakan kontinjensi yang diperkirakan akan terjadi di wilayah tanggung jawab masing-masing serta merumuskan rencana tindakan Kotamaops TNI dalam menghadapi kontinjensi itu sendiri.

“Melalui Rakor ini juga diharapkan akan terjalin hubungan atau kerja sama antar Kotamaops TNI dalam berkoordinasi untuk saling membantu dalam penyusunan rencana kontinjensi terpilih dan juga sebagai bahan masukan dalam penyusunan Renkon TNI dalam rangka OMP dan OMSP tahun 2022,” katanya.

Hadir sebagai narasumber dalam rakor tersebut, Tim dari Mabes TNI yang dipimpin oleh Kolonel Inf Putra Widiastawa, Paban II/Orstra Sops TNI, selaku Ketua Tim yang didampingi 5 orang staf.(Dispen kolinlamil/Red).

%d blogger menyukai ini: