7 Maret 2021

Sidik Post

| Link Berita Bagus

SIDIKPOST| JAKARTA, Batalyon Infanteri 126/KC menggelar Program Pembinaan Jasmani (Progbinjas) kepada seluruh personel Yonif 126/KC dalam penyiapan Satgas Pamtas RI-PNG pada tahun 2021 ini agar kemampuan fisik prajurit siap operasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Danyonif 126/KC Mayor Inf Dwi Widodo, S.H., M.Han., dalam keterangan tertulisnya di Sei Balai, Batu Bara, Sumatera Utara, Selasa (16/2/2021).

Dijelaskannya, program pembinaan jasmani diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kondisi fisik dan daya tahan tubuh seluruh personel Yonif 126/KC dalam mendukung pelaksanaan tugas di daerah operasi.

“Visi dan misi dari Progbinjas adalah menjadikan prajurit Yonif 126/KC sehat jasmani, berkemampuan jasmani yang samapta, memiliki fisik yang prima guna menunjang pelaksanaan tugas dihadapkan dengan medan operasi yang akan dihadapi, “ ujarnya.

Lebih lanjut, Danyonif 126/KC menyampaikan bahwa Progbinjas harus dilaksanakan secara terarah , terukur dan memiliki tujuan, menerapkan pola hidup sehat dengan keseimbangan asupan gizi serta aktivitas fisik.

“Tujuh prinsip pola gizi seimbang meliputi membiasakan makanan beragam, cukup kalori untuk penyerapan energi, protein untuk pertumbuhan kebutuhan lemak untuk pemenuhan tubuh, cukup vitamin dan mineral, menjaga pola hidup bersih dan sehat serta olahraga teratur dengan selalu memantau berat badan, “ jelas Dwi Widodo.

Diungkapkan Dwi Widodo, latihan Progbinjas dilaksanakan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut. Adapun materi latihan yang dilaksanakan diantaranya adalah lari ketahanan 30 menit sampai dengan 60 menit, fartleck training (kombinasi lari capat dan lambat) , interval training (latihan berat dan ringan), circuit training (kombinasikan latihan kardio dan latihan kekuatan), ketangkasan renang taktis dengan helm, ransel, senjata dan sepatu serta yang terakhir melaksanakan ruck march (Ketahanan jalan kaki menggunakan beban perlengkapan).

“Pelaksanaan kegiatan latihan Progbinjas juga didukung dengan nutrisi dan makanan yang baik, sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dianjurkan untuk masyarakat Indonesia dan petunjuk teknis penilaian status gizi prajurit TNI, ” tukas Alumni Akmil 2003 ini. (Dispenad)

%d blogger menyukai ini: