26 Oktober 2020

Sidik Post

Link Berita Bagus

SIDIKPOST| Sejauh ini kawasan Geopark Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO ialah Kaldera Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara. Danau ini ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) pada Agustus tahun lalu.

Kaldera Toba terbentuk dari ledakan super vulkanik 74.000 tahun lalu. Tak hanya Kaldera, sesungguhnya Indonesia menyimpan begitu banyak Geowisata (geopark) yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, sayangnya kawasan tersebut tidak dikelola dengan baik.

Dalam lawatan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), beliau meresmikan pembukaan Pusat Informasi Geologi (PIG).

Tempat ini akan digunakan sebagai wadah informasi bagi masyarakat dan bagi para peneliti tentang Geosite yang ada di Kepulauan Babel.

PIG menampilkan lansekap dan infografis seputar geowisata yang ada di Provinsi Bangka Belitung.

Pengunjung dapat melihat kondisi geologi Pulau Belitung serta mengetahui warisan geologi yang ada di sana. Keberadaan PIG diharapkan agar masyarakat dapat lebih mengenal dan memahami makna kebumian yang ada di setiap situs-situs penting yang ada di Pulau Belitung.

Selain meresmikan PIG, Menteri juga meninjau kawasan Geopark Kepulauan Belitung. Untuk saat ini, Kementerian PPN/Bappenas tengah memperjuangkan agar Geopark Bangka Belitung dapat masuk ke dalam daftar geopark yang diakui oleh UNESCO.

Kepulauan Babel jika dilihat dari sejarahnya terbentuk dari hasil aktivitas tektonik dan perubahan muka air laut pada kisaran 15 -30 juta tahun yang lalu.

Sekitar 5 juta tahun yang lalu zona subduksi dan sebaran gunung api berkembang hampir mendekati keadaan saat ini. Aktifitas tektonik ini menyebabkan vulkanisme yang semakin intensif di sepanjang zona subduksi.

Sementara itu lautan yang ada di antara pulau-pulau paparan sunda yang dulunya berupa dataran purba termasuk Pulau Belitung, relatif stabil. Kondisi ini dicirikan oleh rendahnya aktivitas gempa anomali gravitasi geostatik yang rendah serta tidak adanya aktifitas gunung berapi.

Pulau Belitung termasuk ke dalam Peta Geologi Lembar Belitung, Sumatera. Pulau ini memiliki kekayaan sumber daya alam berupa formasi batuan yakni berupa alumunium, pasir berkarbon, dan granit.

Dalam data yang diperoleh dari PIG, Granit di Babel termasuk dalam lajur timah berumur perma trias sebagai hasil magmatisme yang berhubungan dengan kejadian tektonik.

Ketika Geopark Kepulauan Babel diakui oleh UNESCO, maka geopark ini akan diakui pula oleh dunia. Tentunya, akan berefek pada peningkatan pariwisata di Pulau Babel dan juga nasional.

Pengembangan Geopark di Indonesia ini menjadi salah satu program kerja yang diamanahkan kepada Kementerian PPN/Bappenas melalui Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2019. Sesuai dengan Perpres ini, Kementerian PPN berkewajiban menyusun perencanaan nasional pengembangan taman bumi atau geopark.

Diharapkan keberadaan Geopark di Indonesia semakin banyak dikenal oleh masyarakat dunia dan menjadi destinasi pariwisata baru yang dicintai banyak orang. ( Red).

%d blogger menyukai ini: