29 November 2020

Sidik Post

| Link Berita Bagus

SIDIKPOST| Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Suharso Monoarfa menghadiri acara Roll Out Ceremony Pesawat F-16 Falcon Star eMLU pada Hari Jumat, 28 Agustus 2020.

Acara ini dimulai dengan berkumpulnya para pejabat dan undangan di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta,

kemudian pada pukul 07.00 WIB para rombangan lepas landas menuju Lanud Iswahjudi di Madiun, Jawa Timur, untuk menyaksikan roll out pesawat F-16 Falcon Star eMLU dari Kepala Program Upgrade Pesawat F-16 kepada TNI AU.

Pesawat F-16 Falcon Star eMLU adalah hypbrid case penggabungan dari program Direct Commercial Sales (DCS) antara TNI AU dengan Lockheed Martin dan program Foreign Military Sales (FMS) antara TNI AU dengan pemerintah Amerika Serikat melalui LOA ID-DQ-QAQ.

Falcon Star eMLU juga menjadi program modifikasi kelas DEPO Level dimana pengerjaannya sudah setara task pada factory level dan dikerjakan langsung oleh para teknisi TNI AU, untuk itu memerlukan personel dengan kompetensi dan pengalaman yang memadai.

Program Falcon Star eMLU melaksanakan upgrading pada struktur dan avionik terhadap 10 pesawat variasi F-16 A/B. Dari 10 pesawat F-16 A/B, 2 pesawat diantaranya yakni TS-1610 dan TS-1601 dijadikan pesawat validasi dan verifikasi (Kit Proofing).

Pesawat pertama (TS-1610) telah melaksanakan Fuctional Check Flight (FCF) pada 8 April 2020 lalu. Saat ini pesawat kedua (TS-1601) telah selesai melalui FCF. Pesawat F-16 A/B TNI AU kini mengalami perubahan yang sangat signifikan dari sisi kemampuan avionik dan sistem senjata, dan mengungguli varian F-16 C/D yang dimiliki TNI AU saat ini.

Dalam acara ini para tamu undangan juga dipersilahkan melihat langsung keunggulan dari pesawat F16 yang sudah di-upgrade.

Menteri Suharso sendiri juga sempat meninjau ke bagian dalam pesawat dan duduk di kursi pilot untuk melihat detailnya.

Saat wawancara dengan awak media, Menteri PPN menyampaikan bahwa teknologi ini menjadi pelengkap alutsista di Indonesia dan pemerintah sangat mendukung sekali program tersebut.

“Menurut saya program ini menjadi salah satu cara melengkapi alutsista kita yakni meng-upgarde teknologi yang kita miliki dengan teknologi terbaru, untuk itu pemerintah sangat concern teradap program ini karena juga bisa mengupgrade kemampuan teknis SDM di Indonesia,” ujar Menteri. ( Red).

%d blogger menyukai ini: