4 Maret 2021

Sidik Post

| Link Berita Bagus

SIDIKPOST| Kota Malang- Betempat di Ruang NCC (Ngalam Command Center) Pemkot Malang Jl. Tugu 1 Kec. Klojen Kota Malang Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Zainuddin melaksanakan kegiatan Video Conference dengan Gubernur Jatim (Ibu Khofifah Indar Parawansah) beserta Forpimda Prov. Jatim dalam rangka rapat evaluasi masa transisi menuju era normal baru di Malang Raya dengan unsur Forpimda Malang Raya.

Dalam kesempatan ini Gubernur Jatim Ibu Khofifah Indar Parawansah menyampaikan Kesepakatan bersama setelah PSBB dengan melakukan transisi menuju New Normal selama 7 hari. Rapat terbatas ini bertujuan utk mengambil keputusan bersama dalam penanganan Covid 19 setelah PSBB menuju masa transisi, dalam kesempatan tersebut Gubernur juga menyampaikan, bahwa kampung tangguh diwilayah Malang Raya harus selalu ditangguhkan serta menjadi referensi kampung-kampung tangguh lainya di Indonesia dalam penanganan Covid 19.

Perubahan kultur warga butuh waktu yg cukup lama, penambahan masa transisi periode kedua mulai tanggal 7 Juni 2020 selama 7 hari kedepan, imbuh Gubernur Jatim.

Selanjutnya Pangdam V/Brw Mayjend Widodo Iryansyah juga menyampaikan, terkait tentang masalah evaluasi petugas di Malang Raya sudah mampu mengcover titik-titik keramaian di Malang Raya, tempat keramaian sudah mulai tertib dengan pelaksanaan protokol Covid 19. Secara kualitas, petugas sudah paham akan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing namun masih perlu ditingkatkan lagi secara humanis.

Dalam Rapat evaluasi ini Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Zainuddin menegaskan Penegakkan disiplin harus lebih ditingkatkan dalam kehidupan bermasyarakat secara umum, jajaran Korem 083/Bdh mengerahkan petugas penegak disiplin sejumlah 2.743 orang yang telah di sebar di beberapa titik keramaian di Malang Raya di harapkan dengan kemampuan serta edukasi petugas penegak disiplin Protokol kesehatan dari aparat gabungan, kesadaran masyarakat tentang proteksi diri serta kebersihan semakin meningkat, saya menjumpai beberapa pasar-pasar tradisional serta tempat keramaian sebagian tidak menggunakan masker, inilah yang akan menjadi perhatian kami dalam SOP Protokol kesehatan dan physical distancing.

Kesiapan pengelola objek yang dirasa belum optimal dalam mengubah pola bisnis, Himbauan banner dan pengeras suara belum disiapkan, pedagang di pasar tradisional masih ada sebagian yang tidak menggunakan masker dan jarak antar lapak cukup dekat, imbuh Danrem. (*).

%d blogger menyukai ini: