6 Maret 2021

Sidik Post

| Link Berita Bagus

SIDIKPOST| NEGLASARI – Hari pertama pelaksanaan penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di wilayah Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, personil gabungan TNI, POLRI dan Sat Pol PP, Dishub nampak berjaga-jaga di lokasi-lokasi Chek Point yang berada di Neglasari.

Kapolsek Neglasari Kompol R. Manurung SH mengatakan, dalam pelaksanaan PSBB ini dilakukan dengan menggunakan mobil dan sepeda motor sembari memberikan himbauan melalui pengeras suara kepada masyarakat agar menggunakan Masker dan jaga jarak serta melakukan pemeriksaan suhu tubuh.

“Kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker diarahkan untuk menggunakan masker atau di suru pulang. Dalam pelaksaan PSBB tidak ada penindakan,” katanya, Sabtu (18/4/2020).

Lebih jauh, Ia mengungkapkan, yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini diantaranya seputar ketaatan penggunaan Masker, ketaatan dalam menjaga jarak, pemeriksaan sugu tubuh terhadap para pengguna jalan raya yang masuk ke wilayah Kota Tangerang.

Selain itu, Ia juga menegaskan, Dasar Hukum pelaksanaan PSBB yakni Perwal No. 17 thn 2020 ttg pelaksanaan PSBB dan Kepwal No. 443 / KEP. 318 – BPBD / 2020. Petugas wajib memahami aturan PSBB terkait pembatasan transportasi. Posisi kendaraan dinas dapat digunakan sebagai penanda kegiatan pada ruas jl yang lebar.

Posisi petugas berbaris memanjang pada 2 (dua) sisi lajur jalan dan tidak berkumpul.
Pemeriksaan penggunaan masker terhadap pengendara sepeda motor, pengemudi mobil dan penumpang.
Bila terdapat pengguna jl tidak menggunakan masker, akan di berikan masker (selama persediaan masker masih ada).

Pemeriksaan suhu tubuh terhadap pengguna jl dan penumpang dengan Thermo Gun.
Pemeriksaan penumpang angkutan dan kenderaan pribadi sebanyak 50% kapasitas. Pemeriksaan jaga jarak tempat duduk antara pengemudi dngn penumpang.
Jam oprasional angkutan umum mulai pkl 05.00 Wib s/d 19.00 Wib.

Pengemudi kenderaan roda 2 pada pelaksaan PSBB Sudah tdk ada yg membawa penumpang, kecuali dapat menunjukkan alamat yg sama pada KTP. Memberikan himbauan melalalui pengeras suara agar mematuhi himbauan pemerintah, menggunakan masker, menjaga jarak minimal 1 meter serta mencuci tangan
Sebelum aktivitas.

“Jika terjadi pelanggaran terhadap penumpang kenderaan umum yg melebihi kapasitas 50% dari ketentuan PSBB, petugas jngn mengurangi jumlah penumpang atau menurunkan penumpang namun beri himbauan teguran dan membuat pernyataan,” tegasnya.

Demikian juga terhadap pengemudi Ojeg Online yang membawa penumpang jangan diturunkan, melainkan diberi teguran atau membuat pernyataan.
Setiap terjadi pelanggaran, petugas dilarang melakukan tindakan fisik, baik push up, jumping jack, jalan jongkok dan lain-lain.

“Adapun giat dilaksanakan dengan cara memberhentikan kendaraan Roda 4 dan Roda 2 di Pos Chek Point Jl. M. Suryadharma yang dari Bandara Soekarno Hatta maupun yang dari Neglasari,” tandasnya. ( Humas).

%d blogger menyukai ini: