2 Maret 2021

Sidik Post

| Link Berita Bagus

SIDIKPOST| Komandan Resor Militer 083/Bdj Kolonel Inf. Zainuddin menerima kunjungan Aliansi Dosen Nahada yang diwakili oleh DR. Muhammad Zinal (Polinema), DR. Nur Salam (Polinema), DR. Dewi (UIN), dan Arief Andi Soebroto, S.T., M. Kom (FIKOM UB) bertempat di ruang transit Korem 083/Bdj, pada Senin (9/3/2020). 

Aliansi Dosen Nahada (ADN) menyampaikan, Semangat dari ADN adalah Kebangkitan para dosen dalam memerangi radikalisme di lingkungan kampus, karena mahasiswa adalah sebagai Agen Of Change dan kampus adalah lembaga yang mencetak generasi muda yang berkualitas. Oleh sebab itu mahasiswa harus jauh dari Radikalisme disinilah peran ADN dalam menangkal penyebaran paham radikalisme (pemikiran).

Lebih lanjut Aliansi Dosen Nahada menyampaikan kepada Danrem 083/Bdj akan mengadakan kegiatan Deklarasi ADN Jatim pada
Tanggal 21 Maret 2020, terangnya.

Sementara itu Danrem 083/Bdj Kolonel Inf. Zainuddin menyambut baik rencana kegiatan tersebut, Menurutnya Sinergi antara TNI dan Instansi Pendidikan harus dilaksanakan berkelanjutan guna mempersiapkan generasi muda yang berkarakter tangguh dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi sehingga dapat berperan dalam membangun bangsa. “Kami sangat mendukung upaya Deklarasi ADN dalam menangkal setiap paham yang bertentangan dengan Ideologi bangsa dengan membuka wawasan mahasiswa dan meningkatkan jiwa nasionalisme.” Kata Danrem Zainuddin.

Lebih lanjut Danrem mengatakan Aparat teritorial selalu berkomitmen untuk memberdayakan ketahanan wilayah, setiap organisasi harus memberikan manfaat kepada masyarakat, maka semua komponen masyarakat harus dirangkul dan dilibatkan sehingga tidak muncul organisasi eklusif dan menganggap dirinya paling Nasionalis dan menganggap yang lain kurang dan tidak nasionalis, paling toleran dan yang lain intoleran, semuanya harus kita gandeng untuk tujuan yang sama yaitu mewujudkan Indonesia Maju.

Danrem 083/Bdj menambahkan, bahwa bela negara bukan hanya dilakukan dengan angkat senjata saja, namun bela negara juga diwujudkan dengan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan profesi dan keahliannya masing-masing. “Sebagai mahasiswa bela negara dapat dilakukan dengan cara menuntun ilmu dengan baik sesuai dengan bidang ilmunya, sedangkan pengajar (Dosen/Guru) harus memberikan dan menyampaikan ilmu yang positif dan bermanfaan bagi muridnya, ” Ungkap Danrem. (Penrem 083/Bdj)

%d blogger menyukai ini: