20 April 2021

Sidik Post

| Link Berita Bagus

SIDIKPOST| Bogor – Ridho Fahri Habibie (15) seorang santri yang terseret arus Sungai Cisindang Barang, kelurahan Loji, Bogor Barat, Kota Bogor ditemukan Tim SAR Gabungan pada pencarian hari ketiga Rabu (22/1) dalam keadaan tidak bernyawa.

Korban ditemukan pada radius 30 KM dari lokasi kejadian tepatnya di belakang Restoran Istana Nelayan, Kota Tangerang, Banten.


“Berkat sinergitas dari Tim SAR Gabungan, korban kita temukan sore tadi sekitar pukul 16.45 WIB kemudian untuk selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Kabupaten Tangerang.” Tegas Hendra Sudirman, S.E., M.Si Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) pada Operasi SAR ini.


Ia juga menegaskan pada pencarian hari ini Tim SAR Gabungan dibagi menjadi tiga SRU dimana pada SRU Pertama melakukan pencarian visual dari Jembatan Cangkurawok hingga Ranca Bungur sejauh 2 KM, SRU Kedua melakukan pencarian dengan penyisiran menggunakan rafting boat dari Ranca Bungur hingga Jembatan Grendong sejauh 20 KM, kemudian SRU Ketiga melakukan pencarian dengan penyisiran menggunakan perahu karet dari Jembatan Grendong hingga Pintu Air 10 sejauh 45 KM.


Adapun sekitar 150 orang yang terlibat dalam Tim SAR Gabungan yaitu Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, BPBD kota bogor, Polmas bogor raya, SAR MTA, Tagana kota bogor, Wapala, Kecamatan bogor barat, Kelurahan loji, Babinsa kel. Loji, Babinmas kel. Loji, Damkar kab. Bogor, IEA, Ambulance SMI, Lembah hijau, IHC, Regacy, Ruang sinergi, JKU polmas, BSC, PMI, Pihak pesantren alfalak, Rescue komando FMKR, Satpol pp kota bogor, Forkam, Damkar kota bogor, I deru, KC rescue, Tagana Kota Tangerang.

Sebelumnya pada Minggu sore (19/1) sekitar pukul 16.30 WIB saat korban sedang bermain bersama 4 (empat) rekannya di kawasan kali tersebut dengan saling menggendong satu sama lainnya. Santri yang merupakan anak didik dari Pesantren Al Fakiyah ini tiba-tiba terlepas dan terjatuh dari gendongan temannya karena pada saat itu aliran kali cukup deras, korban pun akhirnya terseret arus kali dan hilang.

Dengan ditemukannya korban, maka Operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur kembali kekesatuannya masing-masing. ( Humas SAR Jakarta ).

%d blogger menyukai ini: