14 Juni 2021

Sidik Post

| Link Berita Bagus

Jakarta Pusat- Polres Metro Jakarta Pusat menggelar Apel di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (18/05/2019) malam. Dalam Apel tersebut di pimpin langsung Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Harry Kurniawan,SH.,MH.,SIK.

Kegiatan pada Apel malam hari untuk membahas Cipkon (Cipta Kondisi) dengan tema “Operasi Kegiatan Bulan Ramadhan khususnya menjelang Saur On The Roads di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat”.

Setelah Apel, para personil yang tergabung dari berbagai anggota Polri yang ada diwilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat, dan kembali ke masing-masing lokasi dan titik-titik yang masih masuk wilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat.

Pantauan dari wartawan dari titik Bundaran Hotel Indonesia terlihat banyak kerumunan massa dengan menggunakan sepeda motor yang bermaksud untuk Sahur On The Road, (SOTR) disisi lain, mereka masing-masing berboncengan dan membawa bambu yang ditempelkan bendera, dengan sigap anggota Polri yang berjaga disepanjang Jl Sudirman sampai Hotel Indonesia untuk mengamankan bambu-bambu yang dibawa oleh para anak remaja yang berkeliling.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP. Arie Ardian,S.IK.,M.S.I, mengatakan, kegiatan rutin yang khusus dalam rangka menghadapi kegiatan bulan Ramadhan, banyak masyarakat yang mengadakan kegiatan Sahur On The Road (SOTR) yang kerawanan Kamtibmas nya sangat tinggi.

Lanjutnya, sehingga kita mengadakan patroli dan razia, untuk menimalisir potensi-potensi tingkat kerawanan. “Jadi kita sarankan kepada masyarakat yang mengadakan Sahur On The Road dan yang pada kumpul kita arahkan untuk segera meninggalkan area (pulang) kerumahnya masing-masing, yang membawa sajam (senjata tajam) dan bambu bendera kita razia untuk diamankan supaya tidak terjadinya bentrokan sesama warga atau pengendara yang akan melakukan Sahur On The Roads,” ujar AKBP. Arie Ardian, saat di wawancarai menjelang operasi khusus di Bulan Ramadhan 1440 H di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (19/05/2019) dini hari.

Seperti apa kondisi paska bentrokan di Jati Baru, Jakarta.

Terjadi kesalah fahaman dan tidak terjadinya bentrok, namun ada beberapa pengendaraa satu yang lewat mengakibatkan ketersinggungan antara warga Jatibaru, Jakarta Pusat, sehingga warga tersebut keluar. Akan tetapi pada saat kita datang langsung diamankan dan tidak terjadinya bentrokan,” ungkapnya.

Ada berapa personel yang di kerahkan dalam Operasi tersebut.

Kita ada gabungan dari Polres dan Polsek di wilayah Jakarta Pusat untuk melakukan razia, Sabhara Polda Metro Jaya, dan ada dari Brimob, kurang lebih cukup banyak personel yang kita kerahkan untuk melakukan Operasi razia ini,” ujar Wakapolres.

Apabila ada masyarakat yang bawa sajam (senjata tajam) tindakanya seperti apa.
Pada prinsipnya apabila ada masyarakat yang membawa sajam akan kita amankan dan akan dikenakan UU darurat Pasal 2 UU No 12 Tahun 1951 dan ancaman penjara maksimal 10 tahun, seperti kemarin kita lakukan razia ada sekitar 20 orang yang kita amankan, ada orang dewasanya dan anak-anak, untuk orang dewasa nya kita melakukan proses penahanan,” jelasnya.

Agar terciptanya kondsuif dan aman di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat,” tutupnya AKBP Arie Ardian. (is)

%d blogger menyukai ini: