Ming. Jun 16th, 2019
Advertisements

Daenk Jamal Sahabat Jimly 32 Hadiri isra’ mi’raj Di Kampung Kolong Kel Pejagalan Jakarta Utara

Jakarta Utara- warga kampung kolong di Rt 07 Rw 16 kel pejagalan kec  penjaringan Jakarta Utara , menggelar perhelatan isro’ dan mi’raj  bersama jamaah mushola “Jamal Nur” Minggu 24 April 2019.

Turut hadir  dalam acara tersebut Daenk Jamal Sebagai Sahabat Jimly 32 ,ketua RW 16 juga ketua  RT 17 kelurahan penjagalan,  KH Sobari, HJ Hapsyoh, H Khalid Karim, KH Asep, qori ustad yadi dari serang ,para tokoh masyarakat, dan warga masyarakat.

Sedangkan ketua penyelenggara acara isra mi’raj  tersebut adalah ustad mucrodin.

Nampak daenk jamal memberikan sambutan di acara isri’ mi’raj di kampung kolong penjaringan jakarta utara ( 24/3/2019)

ketua penyelenggara  sengaja mengundang pencermah kondang di antaranya KH.Sobari dan Ustazah Hapsyoh serang dan H.Khalid Karim serta  KH.Asep.

Acara tersebut dimulai dengan kasidahan bersama ibu ibu jamaah  dari Jamal Nur dilanjut dengan pembacaan Alqur,an oleh  Qori dibawakan oleh ustad yadi , lantunan ayat qur’an yang menyejukkan hati pendengar.

Dalam sambutannya  Daenk Jamal selaku tokoh Masyarakat juga mewakili sahabat Jimly 32, mengucapkan syukur kepada Allah SWT  bahwa  bisa menjalin silahturahmi bersama dalam acara isra mi’raj di mushola Al Jamal di kampung kolong Rt 07 rw 16 kel pejagalan tersebut.

ustazah Hapsyoh saat memberikan ceramah di kampung kolong

”  semoga dengan adanya peringatan  isro mi’raj ini bisa memperat silaturahmi serta memperkuat keimanan kita kepada Allah SWT” ucap Daenk Jamal ( 24/3/2019).

Acara selanjutnya  warga mendengarkan penceramah  yang dibawakan oleh Ustazah Hapsyoh dari serang,dalam ceramahnya membahas tentang turunnya sholat lima waktu.

Di ibaratkan bila kita banyak shadaqoh,mengikuti maulid nabi tiap tahun tapi tidak sholat sama saja tidak ada gunanya,sama artinya punya badan tidak punya kepala yang berarti mati.

KH sobari memberikan wejangan di isro’ mi’roj di kampung kolong jakut

“Karena sholat adalah tiang agama menuju surga dan setiap ucapan kita selalu dicatat oleh malaikat makanya kita harus selalu berucap yang baik dan benar.” Tegas ustazah Hapsyoh.

Penceramah selanjutnya oleh KH.Sobari , dalam ceramahnya menyikapi tentang cinta kita kepada dunia akan melupakan kita kepada akhirat atau cinta kehidupan lupa akan kematian .

“Jadi kita harus sabar dan  percaya dan menurut kepada Allah.Dengan adanya isra mi’raj ini kita boleh mempertebal iman percaya kita dan memperoleh keberkahannya” pukasnya.

Tausiah selanjutnya dibawakan oleh H. Khalid Karim, mengatakan orang beriman Sudah pasti Islam kalau Islam belum tentu beriman, Allah menurunkan Qur’an untuk memperbaiki Akhlak” Tutupnya.

Penceramah penutup oleh KH Asep menguraikan tentang makna isro’ mi’raj dan tujuan dari perjalanan nabi ketika isro’ dan mi’raj.( Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: