Kam. Mei 23rd, 2019
Advertisements

KRI Sembilang-850 Tangkap Kapal LCT Tidak Laik Laut Di Perairan Sungai Pakning

SIDIKPOST| Jakarta, 13 Januari 2019,– Untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya kegiatan illegal dan pelanggaran hukum di wilayah Perairan Indonesia khususnya wilayah barat, terus digalakkan oleh Unsur KRI Jajaran Koarmada I. Kali ini KRI Sembilang-850 berhasil menangkap Kapal LCT yang diduga melanggar UU Pelayaran di Perairan Sungai Pakning, Minggu (10/2).

Penangkapan berawal saat KRI Sembilang-850 melaksanakan patroli sektor mendapatkan kontak kapal yang dicurigai melakukan pelanggaran, tepatnya di Perairan Sungai Pakning pada posisi 01° 19’ 534’’ U – 102° 10’ 926’’ T. Menindaklanjuti hal tersebut, KRI Sembilang-850 melaksanakan Pengejaran, Penangkapan, dan Penyelidikan (Jarkaplid) dilanjutkan dengan Peran Pemeriksaan dan Penggeledahan terhadap muatan, personel dan dokumen kapal tersebut.

Dari hasil pemeriksaan diketahui nama Kapal LCT. Cahaya Baru-1, Tanda Selar GT.60 NO. 290/PPI, Kebangsaan Indonesia, Nahkoda Kaharudin, Pemilik PT. Jasa Sarana Citra Bestari, Rute Pelayaran dari Dermaga Ladinda PT. Arta Migas tujuan Dermaga Sungai Pakning.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Kapal LCT. Cahaya Baru-1 diduga melakukan pelanggaran karena Sertifikat Keselamatan Radio tidak berlaku melanggar UU Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008 Pasal 131 (2) jo 307 dengan ancaman penjara 3 tahun dan denda 300 juta, Sertfikat Kelaikan Kapal tidak berlaku dikarenakan ditemukan jangkar pada kapal tidak dapat digunakan/dioperasionalkan melanggar UU Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008 Pasal 117 (2) jo 302 (1) dengan ancaman penjara 3 tahun dan denda 400 juta, ditemukan alat OWS (Oil Water Sparator) tidak berfungsi/keadaan rusak melanggar UU Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008 Pasal 117 (2) dan Pasal 134 (3).

Atas dasar dugaan pelanggaran tersebut, maka Komandan KRI Sembilang-850 Mayor Laut (P) Wida Adi Prasetya memerintahkan agar Kapal LCT. Cahaya Baru-1 tersebut di adhoc ke Pangkalan terdekat dalam hal ini Lanal Dumai untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. ( RED).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: